Wednesday, May 24, 2006

Negosiasi Gaji

Negosiasi Gaji

To: statistika2001ub@yahoogroups.com
From: Send an Instant Message "J i M m Y" Add to Address BookAdd to Address Book Add Mobile Alert
Date: Thu, 20 Apr 2006 23:32:17 -0700 (PDT)
Subject: [statistika2001ub] Negosiasi Gaji


Budi (35 th), karyawan di sebuah perusahaan distributor obat impor
belakangan ini sedang dilanda keresahan. Ia merasa gaji yang
didapatnya sekarang ini kurang dapat memenuhi tuntutan kebutuhan
hidup ia dan keluarganya yang semakin meningkat. Budi juga melihat
perusahaan banyak merekrut karyawan baru dengan gaji di atasnya
meskipun posisi mereka setara atau bahkan di bawahnya.. Budi adalah
salah satu karyawan senior di perusahaannya. Pengalamannya sangat
dibutuhkan bagi perusahaan itu. Ia mulai berusaha mencari cara untuk
meminta gaji yang dirasanya lebih layak.

Bicara mengenai negosiasi gaji memang bukanlah hal yang
mudah untuk dilakukan. Seringkali malah bisa menimbulkan frustasi dan
rasa sakit hati. Tidak ada pelatihan khusus maupun matakuliah yang
mengajarkan cara efektif melakukan negosiasi gaji. Kebanyakan
karyawan menghadap atasannya untuk melakukan negosiasi gaji dalam
keadaan emosional sehingga memperlemah posisinya sendiri ketika
melakukan negosiasi. Kemampuan untuk melakukan negosiasi gaji perlu
dimiliki baik oleh bawahan maupun oleh atasan yang akan menghadapi
permintaan kenaikan gaji dari bawahannya.

Ada beberapa hal yang sebenarnya perlu diperhatikan dalam
melakukan negosiasi. Yang pertama adalah pengumpulan informasi
sebanyak-banyaknya mengenai kondisi perusahaan tempat Anda bekerja.
Apakah perusahaan dalam kondisi yang memungkinkan untuk memberikan
kenaikan gaji. Berapa persenkah biasanya perusahaan akan memberikan
kenaikan gaji kepada karyawannya. Apakah gaji yang diberikan oleh
perusahaan saat ini sebanding dengan nilai yang berlaku di pasar.
Dalam kondisi apa biasanya perusahaan akan memberikan kenaikan gaji
kepada karyawannya di luar kenaikan rutin. Untuk itu Anda perlu
melakukan survey kecil-kecilan terlebih dahulu sebelum menghadap
atasan Anda dan melakukan negosiasi.

Di samping itu Anda juga perlu mempertimbangkan seberapa
berharganyakah diri Anda terhadap perusahaan; dalam artian apakah
Anda akan mudah tergantikan oleh oranglain dengan ketrampilan yang
relatif sama tapi memiliki permintaan gaji yang lebih rendah. Apa
yang akan Anda lakukan seandainya setelah melalui berbagai proses
negosiasi, perusahaan tetap menolak permintaannya.

Tanyakan kepada diri Anda sendiri dengan jujur, apa alasan utama Anda
untuk mengajukan permohonan kenaikan gaji. Coba tempatkan diri Anda
dalam posisi atasan Anda. Bagaimana mereka akan menyikapi situasi
yang ada. Jangan lupa kalau Anda bukanlah satu-satunya karyawan yang
menginginkan kenaikan gaji. Tidaklah mudah bagi atasan Anda untuk
menghadapi negosiasi ini, mengubah sistem penggajian dari waktu reviu
yang biasa. Atasan Anda perlu mempersiapkan diri dengan berbagai
data yang mungkin dibutuhkan dalam proses negosiasi. Meskipun atasan
Anda bukanlah pengambil keputusan untuk kenaikan gaji ini, jika Anda
mampu meyakinkan dirinya bahwa Anda pantas untuk mendapatkan kenaikan
gaji, Anda dapat meminta dukungannya untuk menyampaikan keinginan
Anda kepada pihak yang lebih berwenang.

Hal kedua yang perlu Anda perhatikan adalah strategi
dalam melakukan negosiasi. Proses negosiasi sebaiknya berlangsung
dalam suasana diskusi yang menyenangkan. Diskusi berarti ada proses
saling memberi dan menerima. Ingatlah bahwa ini adalah sebuah
permintaan, bukan tuntutan. Untuk itu Anda harus mengetahui dengan
pasti apa yang Anda inginkan. Buatlah daftar terperinci mengenai
hal-hal yang Anda inginkan untuk dapat dipenuhi oleh perusahaan Anda.
Perusahaan tidak akan suka jika Anda tiba-tiba merubah permintaan
Anda di tengah proses berjalan. Berikan ruang yang cukup untuk
terjadinya tawar menawar antara Anda dengan atasan Anda. Jangan hanya
terpaku pada gaji pokok semata. Ada banyak benefit dari perusahaan
yang dapat Anda tawar. Ada baiknya Anda mempersiapkan daftar
permintaan maksimal dan minimal yang Anda inginkan dari perusahaan,
sehingga Anda dapat melakukan negosiasi dengan lebih meyakinkan.

Olah dan sajikan data-data yang Anda dapatkan bukan dalam bentuk apa
yang Anda inginkan untuk Anda peroleh dari perusahaan, melainkan
lebih kepada apa yang akan didapat oleh perusahaan dengan biaya lebih
besar yang akan dikeluarkannya bagi Anda. Untuk itu, cara yang
terbaik dalam melakukan negosiasi adalah dengan meminta tanggungjawab
yang lebih besar. Perusahaan akan cenderung merasa berat jika mereka
harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk hasil yang sama seperti
yang mereka dapatkan sebelumnya. Anda bisa meminta bonus yang lebih
besar untuk tantangan baru yang akan Anda usahakan untuk mencapainya.
Diskusikan dengan atasan Anda bagaimana Anda dapat memperbaiki
performa Anda dalam pekerjaan demi mencapai target yang telah
ditetapkan.

Yang terakhir adalah waktu, tempat dan cara negosiasi berlangsung.
Carilah waktu dan tempat yang paling nyaman bagi Anda berdua untuk
melakukan negosiasi. Jangan melakukan negosiasi gaji ketika
perusahaan Anda sedang diaudit oleh pihak lain atau dikejar batas
waktu penyerahan laporan. Minta atasan Anda untuk berdiskusi tatap
muka; bisa secara tertulis melalui memo atau email. Jangan kemukakan
terlebih dahulu dalam email maksud dari diskusi tersebut adalah untuk
negosiasi kenaikan gaji. Berikan alasan umum saja seperti Anda ingin
menerima masukan darinya mengenai performance Anda. Atasan cenderung
mencari cara untuk menolak pertemuan dengan bawahan yang ingin
meminta kenaikan gaji.

Dalam kasus Budi di atas, setelah berusaha mengatasi keresahannya dan
berpikir jernih, Budi menulis email kepada atasannya, meminta ia
meluangkan waktu untuk melakukan diskusi mengenai performa kerjanya
selama ini. Waktu yang dipilih Budi adalah setelah pertemuan
pertengahan tahun yang membahas pencapaian yang telah berhasil
diperoleh perusahaan selama semester I. Setelah mendapat masukan dari
atasannya, baru Budi mengemukakan permintaannya mengenai gaji. Di
akhir kata Budi mengemukakan bahwa ia dapat memahami bila perusahaan
saat ini tidak dapat memenuhi permintaannya dan ia tetap akan bekerja
sebaik mungkin. Budi berusaha untuk tidak menyinggung jika atasannya
lah yang tidak berkenan untuk memberikan kenaikan gajinya; meskipun
pada ukuran perusahaan dengan ukuran seperti perusahaan Budi,
keputusan langsung berada di tangan atasannya itu.

Negosiasi kenaikan gaji memang sebaiknya dilakukan dalam diskusi
tatap muka di mana Anda mempunyai kesempatan lebih besar untuk
melakukan persuasi, menghindari timbulnya kesalahpahaman akibat
bahasa tulis, mengetahui pendapat atasan Anda dan melakukan
klarifikasi bilamana diperlukan. Minta masukan dari atasan Anda
bagaimana caranya Anda dapat meningkatkan pendapatan Anda. Anda
mungkin tidak berhasil mendapatkan apa yang Anda inginkan saat ini,
tetapi paling tidak Anda tahu apa yang diharapkan oleh atasan Anda
dari performa Anda. Bilamana Anda berhasil memenuhi harapannya, akan
lebih mudah bagi Anda untuk melakukan negosiasi gaji. Kesempatan ini
juga dapat Anda gunakan untuk melakukan tawar menawar bilamana Anda
rasa tuntutan pekerjaan yang diberikannya terlalu tinggi bagi Anda.

Bila semua usaha telah Anda lakukan dengan sebaik-baiknya dan Anda
tetap tidak berhasil untuk memperoleh apa yang Anda harapkan, Anda
dapat bertanya kepada atasan Anda alasan perusahaan tidak mengabulkan
permintaan Anda. Pertimbangkan dengan hati-hati segala alasan yang
dikemukakan oleh mereka. Sekali lagi cobalah untuk menganalisanya
dari posisi atasan Anda dan perusahaan. Jika alasan mereka adalah
ketidakadanya dana ataupun waktu yang kurang tepat, cobalah untuk
meminta komitmen bahwa permintaan Anda akan dikabulkan secepatnya
bilamana kondisi perusahaan memungkinkan. Jika perusahaan tidak dapat
memberikan alasan yang pasti dan masuk akal bagi Anda mengenai
penolakan mereka, Anda mungkin perlu mempertimbangkan kemungkinan
perusahaan Anda tidak menghargai Anda sebaik Anda menghargai diri
Anda sendiri. Kadangkala hal ini terjadi dan mungkin inilah saat yang
tepat bagi Anda untuk melangkah ke tempat lain. Namun demikian jangan
melakukan pencarian kerja baru dengan hati yang kecewa, karena hal
ini akan tertangkap oleh perusahaan yang baru dan kurang baik bagi
impresi Anda sendiri. Anda juga tidak perlu menunjukkan kepada
perusahaan Anda bahwa Anda melakukan balas dendam dengan bersikap
tidak peduli lagi kepada mereka dan mencari pekerjaan baru. Siapa
tahu Anda akan membutuhkan jaringan kerja dengan bekas perusahaan
Anda ini di masa mendatang. Sebelum Anda memutuskan untuk pindah,
coba pertimbangkan masak-masak keputusan Anda tersebut dari berbagai
sudut. Rumput tetangga seringkali memang tampak lebih hijau
dibandingkan milik sendiri.

Saat terbaik untuk melakukan negosiasi gaji pada perusahaan baru
adalah setelah perusahaan baru menunjukkan ketertarikannya kepada
Anda dan sebelum Anda menerima tawaran mereka. Posisi tawar Anda
berada pada titik tertinggi saat ini. Semakin banyak pihak perusahaan
baru memiliki informasi mengenai kompetensi yang dapat Anda
sumbangkan bagi perusahaan mereka, semakin besar kesempatan Anda
untuk mendapatkan gaji sebagaimana yang Anda inginkan. Dalam kasus di
mana kondisi perusahaan saat ini tidak memungkinkan Anda untuk
mendapatkan apa yang Anda inginkan, buatlah perjanjian tertulis bahwa
dalam periode waktu tertentu (3 atau 6 bulan) perusahaan akan
memenuhi permintaan Anda. Bila Anda adalah pihak pemberi pekerjaan,
jangan menjanjikan apa yang tidak mungkin perusahaan berikan dalam
periode waktu yang telah disepakati karena hal itu akan menurunkan
motivasi kerja karyawan baru Anda yang mungkin sangat potensial.

Akhir kata meskipun berbagai upaya telah kita lakukan, sangatlah
mungkin kita tetap tidak berhasil memperoleh apa yang diinginkan.
Janganlah hal ini menurunkan semangat kerja Anda karena akan
berakibat negatif terhadap catatan kerja Anda sendiri. Seperti yang
dikatakan oleh Doktor Richard Earle dari Canadian Institue of Stress,
“The key to happiness is not having what you want, but wanting what
you have.” Apapun yang terjadi, tetaplah semangat dan jalani
pekerjaan serta hidup Anda dengan gembira.

SELAMAT MENCOBA !!

No comments: